Tentang Desa Sitiarjo

Sitiarjo adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Desa Sitiarjo terletak 60 Km ke arah Selatan dari pusat kota Malang. Batas sebelah Utara berbatasan dengan desa Sumberagung, sebelah Barat berbatasan dengan desa Kedungrampal, sebelah Timur berbatasan dengan desa Kedungbanteng, sebelah Selatan berbatasan dengan desa Sendang Biru dan Bajul Mati.

Desa Sitiarjo memiliki 15 Rukun Warga dan 65 Rukun Tetangga. Setiap RW memiliki nama Kampung yang berbeda-beda, misalnya : Pulungrejo, Pegat, Sumberembag, Sumber Gayam, Palung, Kemudinan, Gunung Tumo, Tumpak Nangklik, Kulon Gunung, Tadah Batok, Rowotrate, dan Tumpak Rejo. Rata-rata suhu udara di Sitiarjo Panas dan lembap.

Desa ini terletak di sebuah ngarai hijau nan indah yang dialiri dua aliran sungai yakni sungai Penguluran dan sungai Mbambang. Kedua sungai inilah yang mengaliri areal persawahan di desa Sitiarjo yang menjadi mata pencaharian utama penduduknya sejak dibukanya desa ini pada tahun 1896. Pengasilan pertanian yang utama adalah padi, kelapa, dan pisang. Namun, aliran sungai ini pula yang sering nendatangkan bencana bagi masyarakat Sitiarjo. Curah hujan yang tinggi sering kali membuat sungai ini tidak mampu menampung debit air sehingga banjir hampir tiap tahun menggenangi desa yang mayoritas penduduknya beragama Kristen ini.

Selain bermata pencaharian sebagai petani, penduduk desa Sitiarjo juga berprofesi sebagai pegawai negeri, pedagang, nelayan, dan TNI Polri. Sekitar 95% penduduknya beragama Kristen dengan dominasi warga Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW). Berikutnya beberapa aliran gereja yang lain seperti Gereja GPdI, Gereja Bethel, dan beberapa aliran Kharismatik lain. Pemeluk agama Islam juga ada di desa ini. Mereka berdomisili di sekitar pasar desa Sitiarjo, dan sebelah Timur desa yang berbatasan dengan desa Kedungbanteng. Kerukunan antar umat beragama sangat dijunjung tinggi di desa Sitiarjo. Tidak pernah sekalipun terjadi konflik horisontal antar umat terjadi di desa ini.

Desa Sitiarjo memiliki tempat pariwisata yakni pantai Goa Cina di laut Selatan. Tempat wisata ini ada di jalur utama Lintas Selatan yang mudah diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain itu juga punya wisata religi yang diadakan setiap tahun berupa perayaan undhuh-undhuh (hari raya persembahan) dan selalu dilaksanakan di lingkungan jemaat Greja Kristen Jawi Wetan Pasamuan Sitiarjo. Juga ada upacara ritual desa Bersih desa yang dilaksanakan setahun sekali setelah panen raya.

Selain pantai, desa Sitiarjo juga mempunyai ciri khas wilayah selatan yg tidak di punyai wilayah lain di kabupaten bagian selatan lainya, yaitu suatu tempat rawa –  rawa yang tumbuh bunga teratai,  yaitu Rawa teratai (Rowotrate) yang terletak di dusun rowotrate.

Desa sitiarjo juga menyajikan keindahan gunung di sebelah barat, utara dan timur,  juga menyajikan hamparan sawah yang luas yang menjadi salah satu sentra padi di malang selatan.

Desa Sitiarjo juga memiliki sarana dan prasarana penunjang kehidupan yang memadai untuk sebuah desa, berupa pasar desa yang besar dan lengkap, sarana peribadatan Kristen dan Islam, Puskesmas desa, lembaga Pembiayaan non-pemerintah dan bank serta beberapa jenis koperasi yang bisa dimanfaatkan oleh warga desa, juga tersedianya layanan pendidikan dari TK sampai SMA.