Instal Aplikasi Ini Agar Minum Antibiotik Bisa Tepat Waktu

Antibiotik adalah obat untuk membunuh bakteri. Minum antibiotik harus sesuai aturan, namun sayangnya seringkali ditulis hanya “3×1 pagi, siang dan sore”. Seharusnya ditulis jamnya agar tepat waktu.

Memang indeks terapi dari antibiotik umumnya lebar. Maksudnya lebar adalah ketika jarak minumnya misal terlalu dekat, tidak sampai menyebabkan TOKSIK (beracun). Akan tetapi, jika misal Anda diminta untuk minum antibiotik 3 kali sehari, lalu Anda minumnya pagi jam 07.00, lalu siang jam 12.00, dan sore jam 16.00, maka akan ada waktu dimana konsentrasi antibiotik sedang turun, yaitu di malam harinya. Hal inilah yang bisa menyebabkan RESISTENSI ANTIBIOTIK.

Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik adalah kemampuan bakteri untuk melawan efek dari antibiotik. Hal ini terjadi karena bakteri beradaptasi terhadap obat, sehingga mengurangi efektivitas obat, bahan kimia, atau agen lainnya yang dirancang untuk menyembuhkan atau mencegah infeksi. Akibatnya, bakteri dapat bertahan dan terus bertambah banyak yang justru membuat infeksi semakin parah.

Bakteri menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik melalui beberapa cara. Ada bakteri yang dapat menetralkan antibiotik dengan membuatnya tidak berbahaya, ada juga yang dapat memompa antibiotik kembali ke luar sebelum membahayakan bakteri. Beberapa bakteri juga ada yang dapat mengubah struktur bagian luar, sehingga antibiotik tidak memiliki cara untuk menyentuh bakteri. Setelah terkena antibiotik, terkadang salah satu bakteri dapat bertahan hidup karena menemukan cara untuk melawan obat ini. Jika salah satu bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, maka dapat berkembang biak dan mengganti semua bakteri yang terbunuh.

 

Tips Agar Minum Antibiotik Tepat Waktu

Meminum obat, apalagi OBAT ANTIBIOTIK, maka harus TEPAT WAKTU agar bisa membunuh kuman dengan tuntas. Jangan sampai misalnya harus minum 3 kali sehari, maka obatnya diminum pagi, siang dan sore… Yang betul jika 3 kali sehari, maka 24 jam dibagi 3, yaitu per 8 jam. Misalnya : jam 8 pagi, jam 4 sore dan 12 malam. Jamnya HARUS TEPAT!

Agar saya tidak kelewatan memberikan obatnya, maka saya instal aplikasi android yang bernama “Smart Waker”. Aplikasi ini sangat membantu sekali. Anda bisa menginstalnya di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.smartwaker

Anda tulis dulu di kertas untuk menentukan jamnya, lalu tempel di almari atau tempat yang terlihat, lalu masukkan jadwalnya di Smart Waker. Ketika jamnya tiba, maka Smart Waker akan berdering kencang. Pastikan HP Anda tetap hidup.

Minum antibiotik hingga tuntas sesuai resep dokter

Antibiotik mulai bekerja segera setelah kita meminumnya. Namun, efeknya akan terasa selama dua hingga tiga hari. Namun, seberapa cepat antibiotik bisa menyembuhkan total infeksi bakteri sangat bervariasi, tergantung pada jenis infeksi yang kita alami. Sebagian besar antibiotik harus diminum selama tujuh hingga 14 hari.

Dokter akan menentukan jangka waktu perawatan terbaik dan jenis antibiotik yang tepat untuk Anda. Meskipun kita mungkin merasa lebih baik setelah beberapa hari perawatan, jangan berhenti mengonsumsi antibiotik lebih awal tanpa terlebih dahulu tanpa berkonsultasi dengan dokter. Hal tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan kita mengalami resistensi antibiotik.

Cara tepat mengonsumsi antibiotik Antibiotik adalah obat yang dirancang untuk mengobati infeksi bakteri. Jadi, saat penyakit yang kita alami disebabkan oleh infeksi bakteri, mengonsumsi antibiotik tak akan memberi manfaat apapun. Mengonsumsi antibiotik saat tidak memerlukannya justru meningkatkan risiko untuk mendapatkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang kebal. Cara terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penggunaan antibiotik yang tepat. Terkadang, beberapa antibiotik akan bisa bekerja efektif saat kita meminumnya usai makan. Di sisi lain, antibiotik jenis tertentu, seperti tetrasiklin, harus dikonsumsi saat perut kosong.

Orang-orang tertentu yang karena “merasa pintar”, maka ketika sakit tenggorokan langsung meminum antibiotik amoxiclav misalnya. Dan setiap kali sakit apa, dia selalu minum antibiotik yang sama. Hal ini akan menyebabkan kuman jadi kebal. Harusnya tidak boleh menggunakan antibiotik tanpa ada indikasi atau resep dokter. Dan penggunaan antibiotik harusnya diselang-seling, artinya tidak boleh hanya satu jenis itu-itu saja yang dipakai. Tujuannya agar kuman tidak resisten. Makanya penting bagi dokter untuk membaca riwayat rekam medis pasien untuk membaca obat apa saja yang pernah digunakan. Misalnya : 3 bulan yang lalu sakit dan diberi antibiotik X. Maka ketika sakit berikutnya dan memerlukan antibiotik, maka bisa diberikan antibiotik Y.

Pengobatan adalah kerjasama antara dokter dan pasien. Maka dari itu, penting untuk meminum obat sesuai anjuran yang telah ditetapkan.

Leave a Reply